yandex
Kehidupan

RITUAL MEYERAMKAN DARI INDONESIA

Ma’Nene – Sulawesi

Ritual Meyeramkan Yang Ada Di Indonesia

Pada umumnya orang yang telah meninggal akan langsung ditempatkan di kuburan dan dimakamkan. Namun berbeda dengan orang-orang di Tana Toraja. Bagi mereka leluhur yang sudah meninggal juga wajib untuk dirawat. Ritual atau tradisi Ma’Nene ini dilakukan setiap tiga tahun sekali.

Dimana mayat seseorang akan digali an diangkat dari kuburannya, lalu dido’akan, dibersihkan, diberi pakaian dan langsung diarak keliling kampung sebelum sang jasad dikembalikan di petinya.

 

 

Ngayau – Kalimantan

Ritual Meyeramkan Yang Ada Di Indonesia

Di Kalimantan tepatnya di suku dayak, mereka memiliki tradisi atau ritual yang bernama Ngayau. Ngayau menurut bahasa dayak berarti memburu kepala manusia. Namun tradisi atau ritual ini tidak dilakukan secara sembarangan. Biasanya Ngayau hanya dilakukan pada saat suku dayak mempertahankan wilayahnya dari serangan musuh.

Suku dayak percaya bahwa kepala musuh yang dipenggal, maka mereka akan terhindar dari gangguan roh gentanyangan dari musuh mereka yang telah dibunuh.

 

 

Ikipalin – Papua

 

Ritual Meyeramkan Yang Ada Di Indonesia

 

Ritual atau tradisi yang satu ini sudah tidak bisa dibilang meyeramkan lagi tapi sudah tergolong sadis. Ikipalin adalah ritual atau tradisi dari suku Dani di Papua, yang bertujuan sebagai simbol kesakitan atau kesedihan karena telah ditinggalkan oleh salah seorang anggota keluarga.

Mereka percaya kalau kesialan dalam sebuah keluarga dikarenakan meninggalnya salah seorang anggota keluarga dapat dihilangkan dengan cara memotong jari mereka. Namun seiring berjalannya waktu tradisi atau ritual ini sudah jarang dilakukan.

 

 

Nasu Palek – Papua

Ritual Meyeramkan Yang Ada Di Indonesia

Tradisi atau ritual yang satu ini juga masih erat kaitannya dengan tradisi atau ritual Ikipalin sebelumnya. Ternyata di suku dani, cara mereka untuk melambangkan rasa bela sungkawa karena meninggalnya salah seorang anggota keluarga bukan hanya dengan memotong jari, tetapi juga dengan iris daun telinga. Bahkan cara mereka memotong daun telinga pun juga cenderung sadis.

Karena belum adanya fasilitas yang ada untuk melakukan ritual atau tradisi tersebut. Biasanya suku Dani menggunakan bambu yang sudah di iris tipis untuk memotong daun telinga mereka. Namun seperti halnya Ikipain, tradisi atau ritual Nasu Palek sudah mulai ditinggalkan.

 

Gimana GanSist apakah hal diatas masih bisa disebut dengan Ritual atau Tradisi ? Jika GanSist punya cerita yang serupa jangan lupa komen dibawah.

 

 

 

Sumber : Google, Opini Pribadi

Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya
Close
Back to top button