Onbet789 – Selamat tahun baruuuu….!!! Maafkan saya karena telat ngasih ucapan. But, better late than never‘kan? Oke, tahun 2016. Menurut ramalan binatang undur-undur, sepertinya this year is not my year – HALAH. Tapi meskipun begitu, saya akan terus semangat mengejar mimpi dan ci(n)ta. Apalagi di 2015, saya telah melakukan bayak amazing thing seperti solo traveling ke beberapa tempat, ketemu banyak teman baru, dan melahirkan blog ini. Tepuk tangan . . .!!!

Okey. So, apa yang saya lakukan di awal 2016 ini? Yaaahhh, selain membuat activity plant tahunan buat kantor, 2016 saya buka dengan jalan-jalan ke yang deket-deket aja – water boom lippo cikarang.

But anyway, bagi saya yang gak punya anak kecil untuk dibawa (*meski sebenarnya saya sendiri adalah anak kecil yang terperangkap dalam tubuh tante-tante), jalan-jalan ke water boom agaknya sedikit aneh. Dan semakin aneh karena saya ke sananya dalam rangka family gathering tempat kerja. Gimana gak aneh? Namanya saja family gathering. At least, harus bawa gandengan dong – minimal pacar gitu. Tapi ya, berhubung anak belum punya, pacar gak ada, dan keluarga semua di kampung – jadinya saya harus pergi bersama single-wati lainnya – Mbak Nur (*udah kenalan kan pas di cerita Sukabumi)

Untuk mencapai water boom yang terletak di kawasan elite Lippo Cikarang, saya dan Mbak Nur yang tinggalnya di Cikarang kampung pinggiran, harus dua kali naik angkot. Kendaraan umum yang berhenti tepat di depan atau sepertinya di pintu samping water boom Lippo Cikarang adalah angkot Cikarang no.33 jurusan Lemahabang-Lippo Cikarang. Angkotnya warna orange tua dan ada tulisan 33 di jidat dan pantat angkotnya. Kalau dari arah Jakartadan Bandung, turun saja di tol Cikarang atau di Stasiun Lemahabang. Angkot 33 biasanya nongkrong di dua tempat itu. Bilang saja ke abang supir-nya kalau mau ke Lippo. Ongkos ke Lippo Cikarang 7ribu dari Lemahabang atau 3ribu dari tol Cikarang (*sebelum ada kemungkinan BBM naik di 2016).

Sesampainya di sana, water boom lippo cikarang sudah banyak dikerumuni orang. Mostly… atau mungkin semua pengunjung adalah rekan kerja saya – beserta keluarganya – atau pacarnya. Beberapa rekan yang saya kenal, langsung saya sapa – meski ujung-ujungnya saya agak keki karena pasti ditanya pergi bareng siapa. Saya yang perginya sama mbak Nur jadi terkesan seperti lesbian muslimah.

Memasuki arena water boom, pengunjung akan disambut dengan berbagai jenis kolam. Ada kolam anak-anak yang khusus anak-anak – walau gak ada salahnya orang dewasa ikut nyebur. Kemudian ada kolam dewasa – dimana saya bisa dengan bebas memperhatikan bentuk body rekan-rekan saya (*yeaahhh…..judging alert). Tapi yang paling populer adalah kolam arusnya. Hampir semua orang, dewasa dan anak-anak, pada nyabur ke sini sambil naik pelampung di kanalnya yang beraliran tenang. You can imagine, it’s very crowded. Dan layaknya seperti water boom dan tempat wisata air lainnya, yang menjadi maskot tempat ini adalah perosotan meliuk-liuknya. Ini adalah poin must trykalau kita ke water boom. Sayangnya diantara kolam-kolam tersebut, tidak ada yang namanya kolam susu apalagi kolam asmara untuk orang-orang yang haus kasih sayang seperti saya. Makanya selama di sana, saya gak ikutan basah-basahan di kolam.

Kolam arus
Kolam dewasa
Kiddie zone
water slide

What?! Ke waterboom tapi gak berenang, apa asyiknya? Gak asyik sih memang. Terus ngapain dong? Ya gak ngapa-ngapain – cuma ngelihatin orang-orang berenang. Kenapa gak berenang? Gak bisa berenangkah atau kenapa? Saya bukannya gak bisa berenang – malah saya ini juara renang tingkat saudara kandung lho. Si Bewok juga gak lagi muntah darah sih. Hanya saja, saya merasa terbebani kalau harus berenang di depan rekan-rekan kerja saya. Jaim gitu dehhh… Jadinya saya dan Mbak Nurhanya berputar-putar area waterboom sambil say hi kalau ketemu kenalan.

Selama mengitari area waterboom, saya jadi tahu kalau waterboom ini isinya gak cuma kolam air. Di dalamnya juga ada area untuk outbond. Outbond-nya sih standard dan biasa aja. Gak jauh lah dari game halang rintang, panjat-memanjat, dan flying fox. Suasana area waterboom ini juga cukup asri dan nyaman. Di sekelilingnya banyak pepohonan – meski gak terlalu besar, tapi cukup lah buat dipakai ngadem. Ada banyak pavilliun buat beristirahat juga. Sayangnya beberapa diantaranya tidak gratis. Lalu di dekat pintu keluar water boom, saya menemukan tempat spa. Iseng-iseng masuk buat pijit. Tapi pas lihat harga paket perawatannya, saya langsung pamitan.

Outbond di waterboom lippo cikarang
Jalan ke arap salon spa
temple abal-abal di waterboom lippo cikarang

Bosan berkeliling gak jelas dan capek ngabsenin orang satu-per-satu, mbak Nur kembali ke pemikiran yang seharusnya kami lakukan kalau ketemu air – berenang. Saya tau si mbak Nur ini gak bisa berenang, tapi doi pengen banget nyebur ke air. Sayangnya saya masih tetap pada pendirian saya – don’t get wet. Nah karena merasa insecure kalau harus berenang sendiri, mbak Nur lalu menggaet seorang bocah ABG untuk diajak main perosotan. Tentu saja setelah mendapat persetujuan orang tua si bocah tersebut. Tapi tenang saja, mbak Nur ini bukan pedophil. Meski gak bisa ngasih jaminan, insyaallah beliau adalah muslimah yang baik (*AMINNNN!!!)

Belum lama saya melepas mbak Nur untuk bersenang-senang dengan brondong, hujan pun turun. Oh damn! Mungkin alam gak rela melihat mbak Nur berbahagia – seharusnya dari awal kami memanggil Vetty Vera saja. Hujan yang awalnya rintik-rintik langsung deras seketika. Saya yang sedang duduk-duduk cantik di bawah pohon untuk mencari inspirasi jodoh, langsung sigap berlari ke arah toilet sambil membawa gembolannya mbak Nur yang dipasrahkan ke saya. Mengapa saya lari ke toilet? Karena kalau lari ke pasar, saya takut dikira Dian Sastro. Saya berlari ke toilet karena ini tempat terdekat yang menyedikan naungan bagi para korban hujan. Semisal toiletnya gak ada atapnya, gak mungkin saya lari ke situ.

Hujannya cukup lama dan deres banget. Bahkan sampai mbak Nur selesai “nge-date” pun hujannya belum kelar – malah makin deres. Saya tidak mau berkompromi menantang hujan karena eman-eman bedak yang sudah saya pakai tebel-tebel. Jadinya saya habiskan waktu dulu ngerumpel bersama korban hujan lainnya yang masih setia dengan waterboom. Sambil menunggu, saya manfaatkan kupon makan  yang sudah disediakan oleh panitia gathering. Siapa tau hati saya bisa kembali cerah setelah diberi makan. Tapi sayangnya, porsi makan siangnya kurang pantas untuk diberikan kepada mantan kuli panggul seperti saya. Jadinya hal itu malah bikin saya pengen uring-uringan.

Dan saya juga gak nyangka kalau mood si mbak Nur juga sedang kurang bagus. Kenapa? Gak mungkin kalau karena hujan – lha wong dianya hepi banget main sama brondong sambil hujan-hujanan. Gak mungkin juga karena kurang makan. Eh, tapi mungkin juga sih. Tapi setelah diselidiki, mood si mbak Nur berubah mendung karena mendengar kabar jadian Xia Junsu dengan Hani EXID. Hahh?!

Yaaaahhh…. Singkat kata dan singkat cerita, setelah cukup lama mendengar curahan hati ketidak-relaan mbak Nur akan Xia Junsu yang berpacaran dengan Hani, hujan pun mulai jinak. Belum seratus persen reda, tapi paling tidak cukup aman untuk keluar dari naungan. Nah, untuk mengembalikan mood kami – sebelum pulang, saya dan mbak Nur mampir dulu ke Lippo Cikarang Mall buat karaokean – nyanyi lagu wi-are-wi-wi-are.

Iseng-iseng lihat perosotan air dari towernya
Ibuk-ibuk ini bernama (mbak) Nur

Ohh ya, karena saya ke waterboom cikarang ini dalam rangka family gathering, jadi tiket yang saya dapet adalah tiket gretongan. Jadi kalau mau tanya harga tiketnya, saya kurang tau pasti. Kalau gak lagi promo, mungkin 90ribu-an. Tapi untuk lebih jelasnya, langsung ke tempatnya saja kali ya – atau di websitenya juga bisa.