Renjanaberkata.com

Sabang Merauke Institute (SMI) merilis hasil survei mengenai elektabilitas calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Survei ini hanya dilakukan di Pulau Jawa yang diklaim sebagai arena pertempuran.

“Survei ini hanya meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Banten. SMI hanya survei di Pulau Jawa saja karena Jawa ini medan pertempuran politik Indonesia,” kata Wakil Direktur Riset Sabang Merauke Institute, Syahganda Nainggolan, saat jumpa pers di Bakoel Coffee, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

Hasil survei menunjukkan, pemilih Joko Widodo dan Ma’ruf Amin masih lebih unggul ketimbang Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Selisihnya, diketahui 6,61 persen.

“Pasangan nomor urut 01 meraup elektabilitas 49,32 persen dan pasangan nomor urut 02, 42,71 persen. Sementara pemilih yang belum memutuskan sebesar 7,97 persen,” tutur Syahganda.

Survei ini dilakukan pada 27 Maret 2019 sampai 4 April 2019. Jumlah reponden adalah 600 orang yang diambil secara proporsional dari seluruh daerah pemilihan yang tersebar di Pulau Jawa.

Kemudian, margin of error dari survei ini adalah kurang lebih 4 persen, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Metode digunakan adalah multi stage random sampling.

Hasil Survei Lain

Sementara, itu lembaga survei seperti Indikator Politik Indonesia juga menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dengan 55,4 persen dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang hanya mendapatkan 37,4 persen.

“Hasilnya survei bulan Maret Pak Jokowi 55,4 persen Prabowo-Sandi 37,4 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi di Kantornya, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu 3 April 2019.

Meski Jokowi-Ma’ruf unggul, lanjut dia, tren elektabilitas Prabowo-Sandi meningkat. Sedangkan tren Jokowi-Ma’ruf juga meningkat tetapi tidak terlalu signifikan.

“Ada tren kenaikan buat Prabowo-Sandi tapi tidak eksponensial,” ungkapnya.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf unggul pada beberapa segmen pemilih. Di antaranya adalah pemilih berjenis kelamin perempuan dan pemilih dengan usia tua.

“Jokowi unggul dikategori gender, usia, agama tapi di etnik beda-beda pendapatan dan desa atau kota,” ucapnya.