yandex
Bacaan Umum

Sejarah vietnam

Pada tahun 179 Sebelum Masehi sampai dengan tahun 938, Vietnam berada dibawah kekuasaan raja-raja China. Baru pada tahun 938, dibawah pimpinan Ngo Quyen, di Bach Dang, berhasil mengalahkan tentara China, yang merupakan akhir dari pendudukan Dinasti China. Setelah itu, Monarki Vietnam berada dibawah Pemerintahan Dinasti Ngo (938 - 969), Dinasti Dinli (969 - 979), Dinasti Le (980 - 1009), Dinasti Ly (1010 - 1225), Dinasti Tran (1224 - 1400), Dinasti Ho (1401 - 1406). Pada periode tahun 1407 - 1427, Vietnam kembali dikuasai oleh Dinasti dari China yaitu : Dinasti Ming. Vietnam kembali diperintah oleh Monarki Vietnam, yaitu Dinasti Le (1428 - 1527). 
Pada tahun 1527 Dinasti Le jatuh dan diganti oleh Dinasti Mac (1527 - 1592), akan tetapi, semenjak itu banyak perlawanan anti Dinasti Mac yang menjadikan Negara Vietnam terpecah belah dan terjadi perang saudara, yaitu Perang Le-Mac (1543 - 1592), Perang Trinh-Nguyen (1627 -1672), dimana kemudian negara dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: Dang Ngoai (utara) dengan Raja Trinh dan Dang Trong (Selatan) dengan Raja Nguyen yang mendirikan ibukota di Phu Xuan (sekarang Hue). Gerakan Tay Son (Gerakan Petani di tahun 1771), berhasil menurunkan Raja Nguyen dan Raja Trinh serta mempersatukan negara yang terpecah selama lebih dari 200 tahun. Pada tahun 1802, Dinasti Tay Son dikalahkan oleh Dinasti Nguyen Anh (1802-1945) yang memberikan nama baru negara menjadi Dai Nam dengan ibukotanya Hue.
Kehadiran Bangsa Perancis di Vietnam diawali dengan masuknya misionaris Perancis ke Vietnam sekitar abad ke-16. Pada tahun 1858, Perancis menyerang Da Nang dan mulailah perang melawan Vietnam. Perancis menduduki wilayah Selatan lebih dari 20 tahun dan kemudian wilayah Utara pada tahun 1883 dengan serangannya ke ibukota Hue, dan memaksa Dinasti Nguyen menandatangani Perjanjian Damai 1883 - 1884 yang mengakui kekuasaan Perancis di seluruh wilayah Vietnam. Perancis menduduki Vietnam sampai masuknya tentara Jepang. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu Agustus 1945, Vietnam pada tanggal 2 September 1945 mendeklarasikan kemerdekaannya. Namun kemudian Perancis ingin kembali masuk ke Vietnam dengan alasan membantu pengaturan penyerahan tentara Jepang kepada Sekutu. Perlawanan dan pertempuran melawan Perancis kembali meletus, dimana akhirnya pada tahun 1954, Benteng terakhir Perancis di Dien Bien Phu jatuh yang menandai berakhimya penjajahan Perancis di Vietnam.
Pada tanggal 3 Februari 1930 berdiri Partai Komunis Indochina (Communist Party of Indochina) dibawah pimpinan Nguyen Ai Quoc (Ho Chi Minh), yang melakukan perjuangan pembebasan dengan tujuan untuk mencapai : Kemerdekaan Nasional, Demokrasi dan Sosialisme. Melalui pergerakan-pergerakan seperti Pergerakan Nge Tinh Soviet (1930-1931), Pergerakan Demokratik (1936-1939), dan Pergerakan bagi Penyelamatan Nasional selama Perang Dunia Kedua (1939-1945), Rakyat Vietnam mencapai kemenangan dalam Revolusi Agustus 1945. Pada tanggal 2 September 1945, bertempat di Lapangan Ba Dinh, Hanoi, Presiden Ho Chi Minh, membacakan Deklarasi Kemerdekaan yang melahirkan  Republik Demokratik Vietnam.
Perang pertama mempertahankan kemerdekaan melawan Perancis berakhir dengan kemenangan gemilang tentara Vietnam di Medan Pertempuran Dien Bien Phu tahun 1954. Perang kedua mempertahankan kemerdekaan melawan Amerika Serikat yang berakhir melalui kampanye bersejarah Ho Chi Minh dengan kemenangan besar tentara Vietnam Utara pada musim gugur tahun 1975, dengan jatuhnya ibukota Vietnam Selatan, Saigon (sekarang bernama Ho Chi Minh City), tanggal 30 April 1975. Tanggal tersebut yang kemudian setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pembebasan (Liberation Day).
Setelah bersatunya Vietnam Utara dan Selatan, pada tanggal 2 Juli 1976, Vietnam diproklamirkan menjadi Republik Sosialis Vietnam hingga sekarang. Pada bulan April 1977, di sepanjang 1.000 Km perbatasan Vietnam - Kamboja terjadi perang Vietnam - Kamboja. Menanggapi seruan Front Solidaritas Kamboja bagi Penyelamatan Nasional, pada bulan Januari 1979, sebuah kekuatan Sukarelawan Vietnam bersama-sama dengan kekuatan patriotik Kamboja berhasil merebut Phnom Penh. Sejak tahun 1982, sukarelawan Vietnam berangsur-angsur ditarik dari wilayah Kamboja, dan setelah penarikan yang ketujuh, tanggal 26 September 1989, seluruh sukarelawan Vietnam beserta peralatan perangnya ditarik kembali ke Vietnam. Sementara itu, pada tanggal 17 Pebruari 1979, RRC melancarkan serangan di wilayah-wilayah perbatasan Vietnam - RRC. Serangan RRC tersebut dikatakan sebagai pelajaran bagi Vietnam yang telah mencoba masuk ke wilayah RRC.
Untuk memacu pembangunan kembali ekonomi, Kongres Partai Komunis Vietnam ke-6 bulan Desember 1986, mencanangkan Program Renovasi (pembaruan) Vietnam yang dikenal dengan “Doi Moi” dengan sasaran program utamanya adalah di bidang ekonomi. Program-program pembangunan Vietnam, sejak dicanangkannya Program renovasi "Doi Moi", dituangkan dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun. kumpulansejarah

agenbola #agensbobet #agenpoker #agencasino bandar qq

Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button