yandex
Bacaan Umum

Sebut Bom Surabaya Rekayasa

4 Hari Usai Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Ini Nasib Menyedihkan Yang Harus Dialami Kepala Sekolah SMP - Ledakan Bom Di Surabaya

Ayosbobet - Rentetan ledakkan bom di Surabaya telah mengundang banyak sorotan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (13/5/2018). Atas kejadian ini banyak netizen yang mengecam perbuatan biadab para teroris bom bunuh diri. Sayangnya, di tengah orang-orang yang berduka ada saja netizen yang terkesan melecehkan korban.

Seperti yang dilakukan seorang Kepala Sekolah asal Kayoung Utara, Kalimantan Barat membuat tulisan di Facebook tentang teror bom. Dalam Facebooknya wanita berinisal FSA ini justru menyebut bom Surabaya adalah rekayasa. Ia menganggap ini adalah upaya oknum pemerintah untuk mendapatkan dana anti teror.

4 hari usai sebut bom Surabaya rekayasa, ini nasib menyedihkan yang harus dialami kepala sekolah SMP
gambar status Facebook FSA

4 Hari Usai Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Ini Nasib Menyedihkan Yang Harus Dialami Kepala Sekolah SMP - Status Facebook FSA Viral

Status Facebook FSA tersebut kemudian viral dan mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Empat hari setelah statusnya viral, FSA diciduk pihak kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Mengutip Kompas, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo mengatakan, saat ini status FSA sudah resmi sebagai tersangka.

"Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan dan langsung kita naikkan statusnya sebagai tersangka," ujar Nanang saat dihubungi, Kamis (17/5/2018).

4 hari usai sebut bom Surabaya rekayasa, ini nasib menyedihkan yang harus dialami kepala sekolah SMP
gambar sebut pengalihan isu

4 Hari Usai Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Ini Nasib Menyedihkan Yang Harus Dialami Kepala Sekolah SMP - Status Facebook FSA Viral - Postingan Kepala Sekolah Yang Kontroversial

Di akun facebook miliknya, ia menuliskan sesuatu yang tidak seharusnya.Tulisannya itu juga lebih nampak seperti ujaran kebencian.
"Sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom:
1. Nama islam dibuat tercoreng.
2. Dana trilyunan program anti teror cair.
3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam.
Sadis lu, bong... Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!!"

Begitu yang dituliskan wanita berusia 37 tahun tersebut. Bukan hanya satu, FSA kemudian menulis tulisan lainnya.
"Bukankah terorisnya sudah dipindah ke NK (Nusa Kambangan)? Wah.. Ini pasti program minta tambahan dana anti teror lagi nih? Si*lan banget sih sampe ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama kedua."

4 hari usai sebut bom Surabaya rekayasa, ini nasib menyedihkan yang harus dialami kepala sekolah SMP
gambar FSA

4 Hari Usai Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Ini Nasib Menyedihkan Yang Harus Dialami Kepala Sekolah SMP - Status Facebook FSA Viral - Dampak Menyedihkan Atas Aksi FSA Bagi Dirinya

Kini FSA saat diperiksa Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, FSA langsung ditahan di Mapolda Kalimanta Barat. Nanang menegaskan, FSA dijerat Pasal 45A Ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sekadar informasi, FSA merupakan seorang PNS sekaligus Kepala sekolah SMP negeri di Kabupaten Kayoung Utara. Dengan ditetapkannya FSA sebagai tersangka, maka kariernya sebagai PNS terancam dicabut.

4 hari usai sebut bom Surabaya rekayasa, ini nasib menyedihkan yang harus dialami kepala sekolah SMP
gambar FSA di introgasi
4 Hari Usai Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Ini Nasib Menyedihkan Yang Harus Dialami Kepala Sekolah SMP - Surat Pemberhentian Sementara

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kayong Utara, Kalimantan Barat, Romi Wijaya memastikan akan menerbitkan surat pemberhentian sementara terhadap FSA, Kepsek SMP yang menebar ujaran kebencian di media sosial. Namun, penerbitan surat pemberhentian itu setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerima surat penahanan dari kepolisian. "Yang bersangkutan akan diberhentikan sementara karena (statusnya) baru tersangka, bukan terpidana," kata Wijaya kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/5/2018).

Nantinya, jika FSA sudah ada putusan bersalah dari hakim di pengadilan, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memberhentikan FSA secara definitif. Untuk sementara, sambil menunggu berjalannya proses hukum, Dinas Pendidikan Kayong Utara akan menunjuk Pelaksana Harian Kepala Sekolah untuk menggantikan tugas FSA.

4 Hari Usai Sebut Bom Surabaya Rekayasa, Ini Nasib Menyedihkan Yang Harus Dialami Kepala Sekolah SMP - Apakag Prilaku FSA Mempengaruhi Anak Didiknya

Di sisi lain, Wijaya belum dapat memastikan apakah perilaku FSA turut mempengaruhi anak-anak didiknya terkait tuduhannya jika rangkaian teror bom di Surabaya hanya rekayasa. "Kita harus kroscek dulu apakah berpengaruh atau tidak," tegasnya.
Sebelumnya, warga asli Pontianak Barat itu diamankan Reskrim Polres Kayong Utara di kosannya, Jalan Sungai Mengkuang, Desa Pangkalan Buton, Sukadana, Kayong Utara, Minggu 13 Mei 2018.

Perempuan berusia 37 tahun itu berkomentar di Facebook dengan menyebut bahwa rentetan aksi teror bom di Surabaya, Jawa Timur hanya pengalihan isu oleh pemerintah dan Polri.

Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Back to top button