Di tempat kerja, orang-orang datang dan pergi. Itu normal kalau seseorang pindah untuk mengejar impian di tempat yang berbeda, apa pun alasannya.

Entah itu mereka ingin mendapatkan keahlian yang berbeda atau ada alasan lain yang bersifat pribadi.

Tapi, beberapa orang punya pikiran yang buruk tentang seseorang yang akan pergi.

Dikutip dari World of Buzz, Kamis 9 Mei 2019, CTO Global DailyMail dan Metro.co.uk, Oleg Vishnepolsky, berbagi cerita tentang karyawannya yang mengundurkan diri karena mendapatkan peluang yang lebih baik di tempat lain.

Oleg tak mengambil masalah pengunduran itu secara pribadi, tetapi mendoakan yang terbaik bagi karyawan. “ Ketahuilah, aku akan sangat merindukanmu,” tulis Oleg di sebuah media sosial.

Pria ini terus memuji karyawan yang meninggalkan perusahaannya. Dia juga menyebut beruntung telah mempekerjakannya.

“ Bukan hanya bakat, sikap, dedikasi, dan pengaruh kamu luar biasa. Siapa pun yang mempekerjakanmu adalah orang yang beruntung. Saya yakin mereka akan menghargai kamu seperti kami,” tulis dia.

Desak Perusahaan Tak Cap Sebagai Pengkhianat

Oleg mengatakan, banyak perusahaan yang memperlakukan staf yang mengajukan resign sebagai musuh.

Seharusnya, tulis dia, perusahaan senang karena mantan stafnya mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk bertumbuh di tempat yang lain.

“ Mengapa ketika seseorang mengundurkan diri, mereka diperlakukan seperti pengkhianat? Haruskah kita merasa tidak bahagia untuk mereka karena menemukan sesuatu yang lebih baik?” tulis dia.

Oleg juga menyebut ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan ketika ada karyawannya yang mengundurkan diri.

Pertama, perusahaan sebaiknya berterima kasih atas semua pekerjaan yang telah dilakukan. Ke dua, memperlakukan mereka dengan hormat, seperti orang lain.

“ Tawarkan untuk kembali jika mereka berubah pikiran,” tulis Oleg.