yandex
Bacaan Umum

Perbedaan PSIKOPAT dan SOSIOPAT

bandar qq Mungkin diantara kalian ada yang sering mendengar istilah Psikopat, tapi kurang familiar dengan istilah Sosiopat, atau karena gak mau ribet kalian menyalahartikan dengan menganggap keduanya sama saja. "Psikopat" dan "Sosiopat" adalah salah satu istilah psikologi yang digunakan secara umum untuk mendeskripsikan gangguan mental, istilah yang lebih sopan daripada menyebut "Gila.

Beberapa orang masih salah paham dalam mengartikannya sehingga makna sesungguhnya dari kedua istilah ini menjadi kabur. Sebenarnya psikopat dan sosiopat adalah dua tipe gangguan mental yang berada dalam kategori Antisocial Personality Disorders (ASPD) / gangguan kepribadian antisosial.

Penderita ASPD cenderung berperilaku impulsif, suka berbohong, bertindak melanggar hukum (jadi pelaku kriminal), bahkan dia tidak mempedulikan keselamatannya sendiri maupun orang lain. Di Indonesia ada sekitar 150.000 kasus per tahun yang bersangkutan dengan masalah ini (ASPD).

Yah, walaupun psikopat dan sosiopat adalah dua tipe gangguan mental yang berada dalam kategori ASPD, tapi para pakar telah menyatakan bahwa psikopat dan sosiopat bisa kita bedakan melalui beberapa cirinya masing-masing, meski belum ada diagnosis secara resmi.

PSYCHOPATH

Pertama kita bahas psikopat dulu, seorang psikopat memiliki semua karakteristik ASPD, mereka juga egosentris dan dangkal secara emosional. Mereka bisa membaur dan menempatkan diri dalam lingkungan sosial sekitar dengan sangat baik. Psikopat sangat manipulatif dan "pro" dalam mendapatkan kepercayaan orang lain.

Mereka bisa saja akan memuji kita, humble terhadap kita, tapi karena itu pula mungkin kita tidak tahu, dibalik semuanya mereka menyembunyikan sesuatu yang berbahaya. Yang mengerikan dari seorang psikopat adalah mereka dapat melakukan tindak kejahatan (yang ekstrim seperti membunuh seseorang) tanpa adanya alasan yang jelas atau mungkin sepele.

Pernah nonton film American Psycho? Digambarkan tokoh utamanya, Patrick Bateman (Christian Bale) punya masalah gangguan kesehatan mental, yang membuatnya seperti terjebak dalam "kegilaan" dan hasrat dalam dirinya bergejolak liar tanpa mampu dia kendalikan. Nah, seperti itulah salah satu contoh penggambaran seorang psikopat.

Seorang psikopat tidak punya kerangka berpikir untuk mengembangkan nilai etika dan moral akibat ketidakseimbangan genetik dan reaksi senyawa kimiawi di dalam otaknya. Dan berdasarkan penelitian, ternyata otak seorang psikopat memiliki susunan struktur fisik yang berbeda dengan otak orang 'normal' pada umumnya. Lewat kacamata orang awam, akan sulit mendeteksi seorang psikopat.

SOCIOPATH

Beda dengan psikopat, sosiopat lebih mudah dikenali. Jika seorang psikopat sedang marah, dia bisa tetap tenang dan menyembunyikan amarahnya. Nah, sosiopat tidak, jika dia sedang marah atau segalanya tidak berjalan seperti yang dia inginkan, dia akan marah dan bertindak agresif. Tapi sosiopat tidak se-ekstrim psikopat. Ketika berurusan dengan sosiopat, kita mungkin lebih milih jaga jarak dengannya.

Gelajat orang sosiopat bisa dikenali secara umum, seperti mudah tersulut emosinya, cenderung sombong, menganggap rendah orang lain, tidak ingin satu ruangan dengan orang yang dia benci, tidak bisa diberi tanggung jawab, gampang nyerah, tidak peduli dengan perasaan orang lain, mengasingkan diri dari lingkungan sosial, dan hal lain semacamnya.

Kebalikan dari psikopat, jika psikopat bisa berbaur dengan lingkungan sosialnya, maka sosiopat tidak. Sosiopat memiliki emosi yang labil, mereka akan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Jika psikopat terlihat seperti orang cerdas yang hidupnya sempurna tanpa cacat (padahal dalam diri mereka ada 'monster'), maka sosiopat terlihat seolah-olah tidak senang dengan kehidupannya sendiri.

Mereka bakal iri terhadap kesuksesan orang lain, atau tidak senang jika melihat orang lain bahagia, atau bisa saja mengorbankan teman demi mewujudkan keinginannya. Orang yang dekat dan tahu 'kebobrokan' si sosiopat pasti akan jengkel terhadapnya. Psikopat sebagian besar disebabkan oleh faktor genetika, sementara sosiopat terbentuk karena faktor lingkungan, seperti keluarga yang berantakan atau pengalaman traumatis di masa lalu.

KESIMPULAN

Jadi bahasa gampangnya gini deh, psikopat tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sementara sosiopat bisa membedakannya tapi dia tidak memedulikannya. Atau, psikopat gak sadar kalo dia "gila," sementara sosiopat sadar tapi dia gak peduli orang-orang mau ngomong apa tentang dia dan memandang dia seperti apa. Psikopat maupun sosiopat sama-sama bisa merusak, dan parahnya mereka sama-sama tidak peduli.

Nah, sekarang kalian udah bisa bedain kan antara psikopat dan sosiopat? Terlepas dari tingkat keparahannya, orang-orang dengan sifat seperti ini berbahaya bagi lingkungan sosialnya. Lebih baik hati-hati dan jaga jarak. Jika memungkinkan bagi kita, bantu mereka melepaskan diri, carikan mereka bantuan profesional yang paham masalah kesehatan mental.

Tags
Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close