RenjanaBerkata.com – Belakangan beredar video seorang perempuan yang tengah asyik mengonsumsi Sabun. Video itu pun langsung viral dan menuai banyak komentar dari warganet.

Dalam video tersebut tampak seorang perempuan berjilbab tengah memakan Sabun mandi batangan layaknya sedang menikmati es krim. Diketahui perempuan tersebut bernama Khosik Assyifa

Ia pun mengunggah beberapa video dirinya tengah mengonsumsi Sabun di instagramnya @khosikmubarokkk.Khosik memulai videonya dengan membuka bungkus Sabun batangan tersebut.

Lalu ia pun terlihat menggosok-gosok Sabun tersebut dengan kedua tangannya.Perempuan ini tampaknya juga membasahi Sabun itu dengan air sambil menggosoknya. Setelahnya, ia langsung menjilati dan mengulum Sabun berbentuk balok tersebut. Seperti tengah mengonsumsi es krim yang manis dan enak, ia pun terlihat begitu menikmati mengulum Sabun batangan itu.

Sementara dikutip dari Daily Mail, kegiatan yang dilakukan Assyfa merupakan sindrom langka bernama PICA (Problem Identification Corrective Action).

Sindrom PICA yakni gangguan jiwa yang mendorong seseorang untuk makan yang bukan makanan. Para penderita PICA ini biasanya suka makan besi, koin, kapur, baterai bahkan pasta gigi.

Mereka biasanya terdorong makan benda yang bukan makanan ini karena kekurangan mineral. Sementara itu dikutip dari Alodokter, mengonsumsi sabun cukup membahayakan karena sabun mandi mengandung zat kimia yang bersifat iritan dan ‘beracun’.

“Sabun merupakan salah satu zat kimia yang bersifat basa yang tentunya akan berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang banyak. Namun apabila yang tertelan dalam jumlah sedikit maka akan dapat dinetralisir oleh asam yang ada di lambung,” ujar Dr M Rizki

Dampak yang harus diwaspadai setelah menelan busa sabun dalam jumlah banyak adalah munculnya rasa pusing, mual muntah hingga nyeri perut. Untuk menangani dampak-dampat tersebut, disarankan untuk minum susu, perbanyak minum air putih serta mengonsumsi parasetamol untuk mengurasi rasa pusing.

“Jika keluhan yang Anda alami dirasa semakin mengkhawatirkan maka ada baiknya Anda berkunjung ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin,” ujar Dr M Riz