Sang pemilik rumah datang dan mencopot instalasi pintu plus jendela.

Sudah lebih dari sebulan sejak Nicole dan Pascal Vermeulen tidur dalam ketakutan. Pasangan paruh baya asal Lignieres, Prancis, itu tidur di rumah sewa yang tak punya pintu depan dan jendela.

Sang pemilik rumah mencopot pintu dan jendela karena pasangan ini tak membayar sewa..

Senin 20 Mei 2019, tiga tahun yang lalu, keluargaVermeulen menemukan rumah sewa seluas 110 meter persegi di Lignieres. Tarifnya sebesar 650 euro (Rp10,49 juta) per bulan. Mereka berpikir itu adalah suatu kesepakatan yang bagus.

Namun, perkara ini muncul setelah mereka pindah ke rumah kontrakan. Ternyata, septic tank mampet serta toilet dan shower tidak bisa digunakan.

Keluarga ini harus berurusan dengan kotoran manusia yang datang melalui toilet dan saluran pembuangan di kamar. Dinding rumah yang ditutupi jamur. Plus, garasi yang berbau seperti selokan.

Keluarga Vermeulen ini memohon kepada pemilik rumah kontrakan untuk memperbaiki septic tank. Bahkan, organiasasi kesehatan menilai rumah tersebut tidak sehat. Tapi, pemilik cenderung cuek dan tidak menggubris permohonan Nicole dan Pascal Vermeulen.

Protes dengan Tak Bayar Sewa

Nicole dan Pascal memiliki penghasilan bulanan yang rendah. Mereka tidak bisa mencari tempat tinggal yang lain. Yang dilakukannya adalah berhenti membayar sewa.

Tapi, hal ini tidak berhasil dilakukan seperti yang diharapkan. Jangankan memperbaiki septic tank dan meminta mereka pergi. Pemilik rumah justru mengambil langkah drastis. Dia membongkar pintu dan jendela. Lalu, pasokan listrik dan air mereka dipotong.

Kotak surat dan gerbang taman pun dicopot oleh pemilik. Para penyewa ini tak bisa berbuat apa-apa selain menontonnya. Ini membuat pasangan suami istri itu bergiliran berjaga.

“ Kami tidak punya pintu lagi. Kami takut pemiliknya masuk begitu saja,” kata Nicole dalam wawancara radio.

Pasangan itu ketakutan, karena pemilik rumah dilaporkan memiliki keyakinan sebelumnya atas kekerasan bersenjata selama konflik lingkungan sebelumnya.

Pasangan ini pernah membawa masalah ini ke pengadilan. Hakim memutuskan pemilik rumah bersalah dan harus membayar 2.800 euro (Rp45,21 juta).

Sayangnya, sampai saat ini, uang itu belum diterima sepeser pun.

Nicole dan Pascal kini mencari solusi rumah pindah darurat. Tapi, dengan bujet bulanan 530 euro (Rp8,56 juta), tugas itu terasa menakutkan.

Sementara ini, pasangan itu tidur di rumah tanpa pintu dan jendela.