Motif Dita Sekeluarga Melakukan Bom Bunuh Diri
Foto Dita Sekeluarga

Alasan Dita Ajak Anak dan Istri Lakukan Bom Bunuh Diri

Ayosbobet – Kejadian ledakan Bom Bunuh Diri pada tiga gereja di kota Surabaya merupakan serangan bom bunuh diri dari satu keluarga, yaitu Dita Supriyanto yang berusia 47 tahun dan istri serta empat orang anaknya. Pelaku bom bunuh diri tersebut adalah warga asal Wisma Indah, Jalan wonorejo Asri 11 Blok K/22 Surabaya.

Diketahu istri dari Dita Supriyanto yang mengikuti aksi nekat tersebut bernama Puji Kuswanti dan diketahui berusia 43 tahun, Sedangkan keempat anaknya adalah Yusuf Fadhil berusia 18 tahun, Firman Halim berusia 16 tahun, Fadhilla Sari masih berusia 12 tahun dan anak terakhir bernama Famela yang saat itu masih berusia 9 tahun.

Latar Belakang Keluarga Dita Supriyanto

Menurut keterangan yang diberikan para tetangga setempat, Keluarga Dita Supriyanto adalah keluarga yang tertutup atau tidak bergaul, Keluarga tersebut diketahui jarang bersosialisasi sudah dua tahun terakhir, Padahal tiga tahun yang lalu Dita Supriyanto pernah menjabat sebagai ketua sub RT dan RW Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut.

Jabatan Dita Supriyanto digantikan oleh Adi, warga yang merupakan tetangganya. Rumah Adi tidak jauh dari rumah Dita Supriyanto jarak antara rumah mereka hanya dibatasi oleh tujuh rumah lain nya. Adi sudah menempati rumah itu sejak tahun 2010 namun memang lebih dulu keluarga dita yang mempunyai tempat tinggal dikawasan tersebut.

Baca Juga Artikel Menarik Lain nya : Abdi Cahyo Sudarmo Jual Istrinya ke Pria Hidung Belang

Informasi Tentang Keluarga Dita Supriyanto

Adi yang merupakan orang yang menggantikan jabatan Dita tersebut mengatakan bahwa Dita adalah orang yang tertutup ungkap Adi. Informasi soal Dita hanya diketahui dari beberapa tetangga namun informasi itu pun hanya sekilas sekilas saja, Adi tidak mengetahui secara detail tentang latar belakang lainnya dari keluarga mereka.

Diluar itu Adi hanya mengenal Dita sebagai sosok yang cukup baik, Tak nampak ada perilaku radikal darinya juga keluarganya. Meski sudah tidak pernah bersosialisasi dengan para tetangganya selama dua tahun terakhir, Namun tetap saja ia menunjukan perilaku atau gelagat yang baik setiap kali keluar dari rumah dan bertemu tetangga lainnya.

Motif Dita Sekeluarga Melakukan Bom Bunuh Diri
Foto dita dan Istri nya

Perilaku Dita dan Keluarga nya

Perilaku serupa juga ditunjukan oleh sang istri dan anak – anak nya, Menurut Adi, Sejak dulu istri dan anak – anaknya itu memang tidak pernah berkumpul dengan warga sekirar, mereka cenderung lebih sering berdiam diri di dalam rumah jika tak ada kegiatan keluar dari kampung.

Rumah Dita pun selalu tertutup, Tidak ada satupun tetangga yang pernah masuk ke dalam rumahnya, Jika Dita mampir ke rumah Adi maka Adi selalu mempersilahkan nya untuk masuk namun sangat berbeda dengan dirinya yang justru tidak pernah membe=iarkan tamu nya masuk ke dalam rumahnya.

Pernyataan dari Pihak Kapolri

KApolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa pelaku yang merupakan satu keluarga ini melakukan serangan bom bunuh diri lantaran balas dendam. Dita merupakan ketua jamaah Ansarud Daulah (JAD) di Surabaya, Selain JAD di Indonesia juga ada kelompok Jamaah Ansarud Tauhid (JAT). Kelompok ini merupakan golongan ISIS.

Di Indonesia sendiri, Para pendukung utama dari kelompok ISIS itu JAD dan JAT. Ketua JAD Indonesia adalah Maman Abdurrahman dan kelompok JAT dipimpin oleh Jainal Ansari.
Saat ini keduanya sudah ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian dan sedang menjalani proses hukum yang berlaku.

Cara Dita Supriyanto Lakukan Ledakan Bom Bunuh Diri

Orang nomor satu di Polri ini mengungkapkan, Lantaran para pemimpin ditangkap, Kelompok ini membuat reaksi serangan yang sudah direncanakan. “Salah satu anggota telah membuat kerusuhan rutan Mako Brimob” Ucap Tito. Menurut Tito, Sel-sel ISIS di Indonesia merupakan momentum balas dendam.

Dita dan Keluarganya melakukan aksi bom bunuh diri dengan cara berpencar ke tiga titik ledakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Tapi sebelum meledakan bom bunuh diri, Dita mengantarkan dua orang anaknya dan snag istri menuju Gereja Kristen Indonesia, Jalan Ponogoro. Istri dan anaknya pun meledakan diri disana. Sedangkan dua anak laki-lakinya berkunjung ke Gereja Katolik Santa Maria dan meledakan bom disana, Sedangkan Dita melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja pantekosta pusat di jalan Arjuno.