R

Renjanaberkata.com

Gaya hidup minim sampah (zero waste) tengah populer. Salah satunya, lewat imbauan mengurangi penggunaan kantong plastik dan sedotan plastik. Namun sampah tak hanya meliputi dua jenis barang itu. Penulis buku Menuju Rumah Minim Sampah, DK Wardhani, berbagi kiat mengurangi dan mengolah sampah rumah tangga. 

Gaya hidup minim sampah merupakan bagian kecil dari gaya hidup ramah lingkungan. Sampah jadi salah satu isu yang mendesak bagi lingkungan terutama sampah rumah tangga. Sebabnya, sebagian besar sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) berasal dari sampah rumah tangga. Ditambah lagi dengan penggunaan barang sekali pakai. termasuk barang berbahan plastik, yang meningkat. 

Dini, panggilan DK Wardhani, mengungkapkan, memulai gaya hidup ini butuh kesadaran penuh, bukan sekadar ikut tren.

“Kalau mau mengubah perilaku, kita harus cari tahu dan belajar lebih dulu, kenapa kita harus menerapkan gaya hidup minim sampah. Supaya niat kita dilandasi alasan yang kuat dan ketika menemui tantangan, kita berpegang pada alasan itu,” ucap wanita yang juga aktif berbagi pengalaman gaya hidup minim sampah di Instagram ini. 

Setelah memiliki alasan yang kuat, semua usaha tidak akan terasa susah atau merepotkan. Langkah berikutnya adalah melakukan perubahan mulai dari diri sendiri.

“Kita mulai dengan bilang kepada diri sendiri bahwa sisa konsumsi saya adalah tanggung jawab saya. Ulangi terus sampai menjadi kesadaran baru, perilaku baru hingga kebiasaan baru,” Dini menjelaskan.