Pepatah tua mengatakan “Sehat itu mahal”. Sepertinya emang bener pepetah orang tua dulu, apa lagi penyakitnya kanker.

Siapa sih yang mau kena kanker? Tapi banyak faktor memang yang bisa bikin kita terkena kanker, salah satunya gaya hidup serta dari makanan

Nah, buat agan yang masih sehat nih, ane punya sedikit info jenis makanan yang bisa ningkatin risiko kanker pada tubuh. Jadi kalo emang mau mencegah dari penyakit ganas jenis ini, yuk kurang-kurangin makan jenis makanan di bawah ini

 

Macam-macam makanan yang bikin risiko kanker meningkat

Kanker adalah salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Menentukan penyebab penyakit kompleks ini tidak selalu mudah.

Selain karena sel di dalam tubuh berkembang secara tidak normal, faktor gaya hidup termasuk kebiasaan makan juga bisa meningkatkan risiko seseorang menderita kanker. Oleh sebab itu ada beberapa jenis makanan yang harus diwaspadai.

 

Alkohol

Minuman beralkohol berlebihan bisa meningkatkan risiko terhadap tujuh jenis kanker  berbeda, yaitu kanker mulut, kanker oropharyngeal (mulut dan tenggorokan) kanker esofagus (kerongkongan), kanker laring, kanker payudara, kanker usus, dan kanker hati.

 

Segelas minuman beralkohol per hari bisa meningkatakan risiko kanker payudara hingga lima persen, kanker oropharyngeal 17 persen, dan risiko terkena kanker esofagus sebesar 30 persen. Menurut American Society of Clinical Oncology (ASCO), angka-angka ini akan naik secara signifikan semakin banyak Anda minum.

 

Makanan olahan

Makanan olahan yang sarat gula, natrium, lemak jenuh, dan bahan kimia dapat berkontribusi terhadap kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan kanker.

Makanan olahan yang dimaksud misalnya roti produksi massal dan makanan panggang, soda, mi instan, dan nugget. Makanan yang tidak melalui banyak pemrosesan, antara lain seperti pasta, sayuran kaleng, dan roti baru dipanggang, tidak ditemukan meningkatkan risiko kanker.

 

Kentang goreng

Kentang goreng renyah mungkin terasa nikmat, tetapi makanan tersebut sebenarnya bersifat karsinogen, zat yang dapat menimbulkan kanker dalam jaringan hidup. Ini karena akrilamida, bahan kimia yang dibuat ketika makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi.

Makan kentang goreng berpotensi meningkatkan risiko kanker, mungkin juga memengaruhi sistem saraf dan reproduksi.

Pati dalam kentang terbakar atau menghitam memiliki jumlah toksin paling tinggi, seperti pada roti yang dipanggang hingga gosong juga menjadi masalah.

Kentang goreng masih bisa dikonsumsi asal Anda memasaknya hingga berwarna emas muda, tidak hingga cokelat tua.

 

Daging olahan

Makan terlalu banyak bacon, hot dog, sosis, dan ham bisa berisiko kanker. Organisasi kesehatan dunia mengklasifikasikan daging yang telah diasinkan, difermentasi, atau diasap sebagai karsinogen.

Makan 50 gram atau setara dengan empat potong bacon atau satu hot dog setiap hari meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal sebesar 18 persen.

 

Daging merah

Meski bukan daging olahan, masakan dengan daging merah dapat meningkatkan risiko kanker pankreas, kolorektal, dan lambung.

Peneliti dari University of leeds mempelajari lebih dari 32.000 perempuan selama 17 tahun. Mereka menemukan bahwa orang secara teratur makan daging merah memiliki tingkat kanker usus besar lebih tinggi.

Peneliti lain mengamati tinja laki-laki dan perempuan pemakan daging dalam jumlah besar, dan melihat tingginya kadar senyawa N-nitroso (NOC), berpotensi sebagai bahan kimia penyebab kanker.

 

Lemak jenuh

Lemak jenuh adalah jenis lemak buruk yang biasa ditemukan dalam daging dan produk hewani, seperti daging sapi berlemak, domba, babi, unggas dengan kulit, lemak sapi, mentega, keju, dan semua susu, kecuali skim.

Terlalu banyak lemak dapat menyebabkan obesitas juga meningkatkan risiko penyakit jantung, strok, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Untuk lLemak sehat , pilihlah yang ditemukan pada sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan, seperti produk kedelai, minyak zaitun, minyak kacang, minyak jagung, avokad, tuna, dan salmon.

 

Roti dan nasi putih

 

Makanan dengan indeks glikemik tinggi i, seperti roti dan nasi putih dapat meningkatkan risiko kanker paru hingga 49 persen. Makanan tinggi glikemik dengan cepat meningkatkan gula darah dan faktor pertumbuhan seperti insulin yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru.

Karbohidrat bukan makanan yang harus dihindari, tetapi carilah alternatif dengan indeks glikemik lebih rendah, seperti roti gandum utuh.