Liverpool vs Man City: Match EPL 2019 Terpanas

Liverpool

Duel Liverpool vs Manchester City akhir minggu ini diyakini bakal lebih panas dari lazimnya. Memasuki lomba, Pep Guardiola dan Jurgen Klopp telah saling melempar komentar pedas untuk melukai mental lawan.

Perlombaan ini bakal berimbas pada persaingan merebut trofi Premier League musim ini. Liverpool ada di puncak klasemen sementara dengan 31 poin, Man City mengekor dengan 25 poin. Jurang 6 poin inilah yang dipertaruhkan.

Jikalau Liverpool menang, selisih itu bakal melebar jadi 9 poin. The Reds mungkin berada di atas angin. Namun, apabila Man City yang menang, jarak itu bakal terpangkas jadi 3 poin dan membuat persaingan semakin menarik.

Sebab itu, Guardiola mulai mencoba mengganggu mental pemain Liverpool via komentar pedasnya, yang kemudian dibalas oleh Jurgen Klopp. Psywar telah dimulai, mind games antara dua pelatih top.

Diawali dari Guardiola

Akhir minggu lalu, setelah Man City dan Liverpool sama-sama mengatasi comeback dramatis untuk memetik kemenangan, Guardiola segera menyerang Sadio Mane.

Penyerang Senegal ini menjadi penentu kemenangan Liverpool 2-1 atas Aston Villa via golnya di menit ke-90+4, bukti mental Liverpool. Berakhir lomba, sesaat setelah Man City menaklukkan Southampton (2-1) Guardiola melowongkan waktu untuk mengkritik Mane.

“Kadang-kadang ia [Mane] ia diving. Kadang-kadang ia punya talenta luar umum untuk mencetak gol-gol penting di menit akhir,” tuding Guardiola.

Balasan Klopp

Mendengar pemainnya dikritik, Jurgen Klopp tentu tak terima. Ia yakin Guardiola hanya mengada-ada, malahan mungkin Guardiola tak memperhatikan.

“Aku tak tahu bagaimana ia [Guardiola] dapat mengetahui insiden apa malahan dalam lomba kami segera setelah lomba selesai,” tegas Klopp.

“Sadio bukan tukang diving. Ada keadaan pada lomba melawan Villa di mana ia berduel fisik dengan lawan dan terjatuh, tetapi duel fisik itu jelas.”

Serangan Balik Klopp

Tidak hanya itu, Klopp melanjutkan komentarnya dengan menyoroti permainan Man City. Ia yakin Man City doyan menjalankan tactical fouls hanya sebab takut kebobolan.

“Aku tak yakin dikala itu Pep bicara soal Sadio atau soal tim – sejujurnya kedua komentar itu tak bagus. Seseorang menampakkan tayangan itu pada aku, sebab aku patut melihatnya sendiri,” ujar Klopp

“Sejujurnya aku tak terlalu percaya, sampai alhasil memperhatikan sendiri. Aku tak mau menuang bensin pada api. Aku tak berminat pada hal-hal seperti ini – dan itu berarti aku tak membahas tactical fouls.”

Guardiola Lagi

Guardiola malahan belum puas menyerang Liverpool. Kali ini, memasuki aksi Man City di Liga Champions kontra Atalanta, Guardiola masih sempat menyerang Liverpool lagi. Ia tahu Liverpool telah lama belum menelan kekalahan di Anfield, Man City siap mengakhiri rekor positif itu akhir minggu nanti.

“Kami akan mencoba, tetapi aku kaprah tak akan kesulitan. Sudah berapa abad mereka [Liverpool] tak keok di Anfield?” tutur Guardiola.

“Kita lihat saja apa yang terjadi. Sekarang kami akan pergi ke Italia untuk menghadapi Atalanta dan dikala kembali nanti, kami akan pergi ke Anfield,” tutupnya.

Masih Akan Berlanjut

Psywar alias mind games antara dua pelatih top ini baru dimulai, malahan belum panas. Memasuki duel akhir minggu anti, keduanya bakal bicara segera di depan media. Peristiwa inilah yang bakal melahirkan banyak komentar lebih pedas.

Juga, sepertinya adu komentar pedas ini akan berlangsung sampai akhir musim, seiring dengan persaingan ketat kedua tim di puncak klasemen.

Source:
renjanaberkata
ayosbobet