Hong Kong

hong kong

Seorang pria berusia 70 tahun tewas di sebuah rumah sakit di Hong Kong pada Kamis (14/11). Setelah benda keras menghantam kepalanya di tengah bertikai antara golongan pro-Beijing dan golongan demonstran sehari sebelumnya.

Otoritas menyatakan bahwa pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan tersebut sedang beristirahat makan siang ketika "benda keras yang dilempar oleh demonstran bertopeng" menghantam dirinya.

Demonstrasi: Sekolah dan universitas ditutup sebab alasan keamanan
Demonstrasi: Polisi tembak seorang pria dalam insiden keonaran
Dari Jakarta, sampai Beirut: Kenapa terjadi banyak aksi protes di dunia?
Pertikaian tersebut terjadi menyusul pernyataan Presiden China Xi Jinping mengenai prinsip "satu negara, dua metode" yang sedang "diuji". Ia juga secara tegas menyatakan dukungan untuk kepolisian.

'Korban sedang merekam pertikaian'
Benda keras diyakini menghantam kepala petugas kebersihan berusia 70 tahun ketika demonstrasi memanas di perbatasan kota Sheung Shui pada Rabu (13/11).

Berdasarkan sebuah video yang merekam kejadian itu, dua golongan kelihatan saling melemparkan batu bata sebelum akibatnya batu tersebut mengenai kepala seorang pria yang langsung ambruk.

Ia tewas di rumah sakit pada Kamis (14/11).

Dinas Pangan dan Kebersihan Lingkungan Hong Kong (FEHD) menyatakan pria tersebut yakni pegawai paruh waktu yang bekerja untuk institusi tersebut.

Dinas juga mengecam demonstran bertopeng dan menyebut mereka sebagai golongan yang "benar-benar membahayakan".

"(Mereka) terlibat kekerasan di bermacam distrik selama tiga hari berturut-turut dan menyerang warga sipil. Perilaku mereka ini benar-benar keterlaluan," kata otoritas dinas dalam pernyataan legal.

Unjuk rasa makin memanas
Demonstrasi untuk membantah rancangan undang-undang yang akan memungkinkan ekstradisi dari Hong Kong ke China sudah berlangsung semenjak bulan Juni di Hong Kong.

Klasifikasi yang membantah rancangan undang-undang tersebut menganggap, kalau diresmikan, alat aturan tersebut bisa mengancam mereka yang kritis kepada Beijing dan akan mengontrol kebebasan berpendapat di Hong Kong.

Rancangan undang-undang tersebut kemudian batal dibahas, tetapi unjuk rasa terus berlanjut untuk menampilkan penolakan kepada kepolisian dan mengkritisi metode-metode yang digunakan Beijing untuk mengontrol pemerintah Hong Kong.

Unjuk rasa yang semakin memanas dalam seminggu terakhir diwarnai bertikai di jalur dan universitas, termasuk flashmob di jam makan siang.

Pada Senin (11/11), seorang anggota kepolisian menembakkan peluru tajam ke arah pinggang seorang penggiat, sementara seorang pria terbakar ketika sedang bertikai dengan golongan anti-Beijing.

Sementara itu, otoritas Hong Kong menyatakan bahwa menteri kehakiman Hong Kong, Teresa Cheng, mendapat luka serius setelah dia terdorong oleh kerumunan demonstran di London, Inggris, baru-baru ini.

Cheng berada di London dalam rangka mempromosikan Hong Kong sebagai salah satu lokasi pertemuan untuk mencapai kesepakatan antara golongan yang berkonflik.

Pemerintah China mengecam insiden di London tersebut dan menuntut penyelidikan yang menyeluruh.

Kurang dari seminggu lalu, pelajar berusia 22 tahun, Alex Chow, tewas setelah terjatuh dari sebuah gedung.

Source:
renjanaberkata
ayosbobet