Pasti sebagian dari agan mikir kalo mendengkur itu suatu yang biasa. Mungkin pendapat agan itu ada benernya.
api mendengkur yang ane maksud disini adalah mendengkur berlebihan alias suaranya kenceng terus waktunya lama.

Menurut ahli, kebaisaan mendekur tersebut bisa menyebabkan berbagai resiko, salah satunya yaitu penyakit.
#agenbola #agensbobet #agenpoker #agencasino bandar qq
 

Umumnya, mendengkur dianggap sebagai tanda kelelahan dan tidur yang sangat pulas.

Namun, bunyi dengkuran yang keras pada sepanjang malam akan terasa mengganggu untuk orang yang tidur bersama Anda, sedangkan bagi si orang yang mendengkur, mungkin menyebabkan ketidaknyamanan selama tidur.

Apakah kondisi ini normal? Belum tentu.

Sebab, selain suara dengkuran sangat mengganggu, mendengkur bisa jadi tanda dari masalah kesehatan lebih serius.

Menurut National Sleep Foundation, setidaknya 37 juta orang dewasa mendengkur secara teratur. Kebiasaan ini bisa mengganggu pola tidur dan mengurangi waktu istirahat yang dibutuhkan. Bahkan, juga bisa memengaruhi kualitas tidur pasangan si pendengkur.

Salah satu risiko kesehatan terkait mendengkur ialah strok. Semakin keras dan semakin lama Anda mendengkur setiap malam, semakin besar risiko jangka panjang Anda untuk strok.

Penelitian pada 827 laki-laki usia tua menemukan bahwa semakin sering dan semakin keras orang mendengkur, semakin besar kemungkinan mereka melaporkan tingkat kepuasan seksual lebih rendah.

Pada ibu hamil, mendengkur selama trimester terakhir kehamilan biasanya karena penambahan berat badan.

Namun, ini perlu diwaspadai karena mendengkur bisa disertai dengan peningkatan risiko komplikasi janin. Jadi, segeralah konsultasi dengan dokter untuk memeriksa kehamilan Anda bila mulai sering mendengkur.

Bagi Anda yang sering mendengkur, bisa jadi mengalami sleep apnea, yaitu gangguan tidur dengan pernapasan sering berhenti. Hal ini mengakibatkan organ tubuh, terutama otak, tidak mendapat cukup oksigen. Kemudian, berdampak pada kualitas tidur buruk dan bangun keesokan paginya dengan perasaan lelah.

Agus Dwi Susanto dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengatakan bahwa mendengkur adalah mekanisme awal terjadinya obstructive sleep apnea (OSA). Mendengkur adalah kondisi bahaya karena dapat menyebabkan napas berhenti lebih dari 10 detik dan terjadi berulang sepanjang tidur.

“Hal ini sangat membahayakan karena OSA dapat mengakibatkan kematian mendadak saat tidur,” ungkap Agus, seperti dikutip Detik.com.

Siapa yang berisiko terhadap OSA? Ini bisa terjadi pada semua orang, tetapi risikonya lebih besar pada laki-laki di atas usia 40 tahun dan orang obesitas.

Dalam kasus sleep apnea, ancaman kesehatan serius ialah risiko penyakit jantung dan strok.

Kondisi ini pun menyebabkan orang merasakan kantuk berlebihan pada siang hari, mengalami masalah ingatan dan konsentrasi, berisiko depresi, hingga memperparah kondisi kronis lain yang telah ada.

Sleep apnea juga menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti sumbatan saluran napas, sering terbangun selama tidur, tekanan darah tinggi, tingkat oksigen rendah dalam darah, sakit kepala kronis, bahkan memengaruhi kesehatan mental.

Bila Anda mendengkur dan alami sleep apnea, ini bisa jadi tanda dari penyakit asam lambung GERD karena adanya perubahan tekanan yang berdampak pada isi perut naik kembali kerongkongan.

Risiko lain dari sleep apnea dan mendengkur jangka panjang ialah mengalami gangguan irama jantung atau aritmia.

Mengapa orang mendengkur saat tidur?

Dilansir WebMD, sebenarnya mendengkur adalah kondisi umum yang dapat menyerang siapa saja, meskipun itu lebih sering terjadi pada laki-laki dan orang kelebihan berat badan.

Mendengkur bisa disebabkan oleh kelebihan berat badan yang dapat menyebabkan jaringan tenggorokan besar. Anak-anak dengan amandel besar dan adenoid dilaporkan sering mendengkur.

Sebenarnya apapun yang menghentikan Anda bernapas melalui hidung dapat membuat Anda mendengkur, seperti pilek, flu, atau alergi.

Bahkan, pada orang dengan posisi tidur telentang pun sering menyebabkan dengkuran. Lebih baik, tidurlah dengan posisi menyamping.

Orang dengan bentuk hidung tertentu pun bisa otomatis mendengkur. Jika dinding tipis di antara lubang hidung Anda tidak terbentuk dengan benar, seperti satu sisi bisa lebih kecil, ini bisa membuat lebih sulit bernapas dan membuat Anda mendengkur.

Penyebab lain bisa jadi karena obat-obatan yang sedang dikonsumsi, seperti obat penenang, relaksan otot, dan beberapa antidepresan. Bila ada obat yang membuat Anda mendengkur, sebaiknya bicarakan pada dokter untuk mengganti jenis obat lain.

Untuk memeriksa penyebab dengkuran secara pasti, dokter akan mendiagnosis pasien dengan cara rontgen, CT scan, atau MRI saluran pernapasan. Kemudian, perawatan bisa dilakukan sesuai penyebab dan keluhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here