yandex
Bacaan UmumKehidupan

7 Kecelakaan Pesawat yang pernah Menimpa Tim Olahraga

Karna yang namanya kematian, tak ada yang tau kapan datangnya .
#agenbola #agensbobet #agenpoker #agencasino bandar qq
Jadi, marilah kita ikut mendoakan para atlit yang telah mendahului kita, dan tidak lupa pula kita berdoa untuk keluarga, orang tercinta dan diri kita sendiri agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. amin

 

Tim Sepakbola asal Brazil "Chapecoense" (29 November 2016)

Mungkin beberapa dari agan sudah mengetahui berita ini, karna kecelakaan ini terjadi tepat pada 29 November 2016  saat tim Chapecoense lepas landar dari bolivia dengan menggunakan pesawat carteran LAMIA Bolivia British Aerospace RJ85.
dari total 81 penumpang, 22 di antaranya adalah pemain yang di bawa untuk melakoni leg pertama laga final Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional.
tuhan berkehendak lain, pesawat yang ditumpangi para pemain crash, dan dari berita yang di laporkan hanya 3 pemain dari tim tersebut yang selamat.

 

Kecelakaan Superga (4 Mei 1949) 

Tim sepak bola Torino sedang dalam perjalanan kembali dari partai persahabatan kontra Benfica di Lisbon, Portugal.
Kecelakaan terjadi saat pesawat sudah memasuki wilayah Turin. Karena kondisi cuaca yang buruk, pesawat tersebut menabrak Basilica Superga, Turin.
Akibat kecelakaan tersebut, ke-31 penumpang, termasuk 18 pemain Torino, ofisial, jurnalis, serta kru penerbangan menjadi korban kejadian naas itu.
Tragedi ini kemudian dikenal dengan nama Superga air disaster.

 

Kecelakaan Sabena Flight 548 (15 Februari 1961)

Pesawat Boeing 707 Sabena 548 ini mengangkut tim dansa es (figure skating) Amerika Serikat dari New York City ke Brussels, Belgia.
Penerbangan itu berangkat dari Bandara Internasional Idlewild (sekarang dikenal sebagai Bandara Internasional John F. Kennedy) dan jatuh saat akan mendarat di Bandara Zavantem, Brussel.
Tidak kurang dari 72 penumpang, termasuk keluarga atlet dansa es AS, staf pelatih, serta kru penerbangan, tewas seketika di lokasi kejadian.
Akibat kejadian ini, Kejuaraan Dunia Dansa Es 1961 pun dibatalkan

 

Kecelakaan pesawat tim nasional Zambia (27 April 1993)

Pesawat tersebut mengangkut tim nasional sepak bola Zambia menuju Dakar, Senegal, untuk bermain di babak kualifikasi Piala Dunia 1994.
Sebenarnya, sejak perhentian pertama pesawat sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan mesin, tetapi pilot memilih melanjutkan penerbangan.
Akibatnya, pesawat kehilangan daya seluruhnya dan jatuh dari ketinggian 500 meter. Kelak, laporan pada 2003 menunjukkan bahwa Fentone mengalami kelelahan sehingga melakukan kesalahan tersebut.
Seluruh 30 penumpang, termasuk 18 pemain, staf pelatih, dan kru tewas pada kecelakaan tersebut.
Kapten Chipolopolo, julukan Zambia, Kalusha Bwalya, tidak ada di pesawat itu karena memilih berangkat langsung dari Eindhoven, Belanda, tempat dia bermukim sebagai pemain PSV Eindhoven.

 

Kecelakaan Hendricks Motorsports (24 Oktober 2004)

Ketika itu, tim Hendricks Motorsports akan bertanding di balapan Subway 500 Nextel Cup Series. Pesawat ini berangkat dari Concord, North Carolina, membawa delapan penumpang dan dua kru penerbangan. Sejumlah figur tim Hendrick Motorsport, termasuk Presiden John Hendrick, General Manager Jeff Turner, serta Kepala Teknisi (chief engine builder) Randy Dorton.
Hasil pencarian menunjukkan bahwa pesawat tersebut menabrak bagian samping gunung dan mengalami ledakan. Diduga, pesawat mengalami tabrakan setelah gagal mendarat.
Akibat kejadian tersebut, tim Hendricks Motosports dinobatkan sebagai pemenang balapan di Martinsville. Sebagai bentuk penghormatan terhadap korban, NASCAR meniadakan selebrasi pemenang.

 

Kecelakaan Alianza Lima (8 Desember 1987)

Musibah ini menimpa tim sepak bola asal Peru, Alianza Lima, yang menumpang pesawat Navy Fokker F27-400M, untuk pulang dari Pucallpa usai pertandingan Liga Peru. Ketika hendak mendarat, terjadi kesalahan di kokpit yang menyebabkan ban pesawat tidak bisa keluar.
Karena terbang terlalu rendah, sayap kanan pesawat masuk ke Samudera Pasifik. Villar menjadi satu-satunya penyintas kejadian tersebut. Tidak kurang dari 43 pemain, manajer, staf, pemandu sorak, dan anggota kru pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut.
Bagi Alianza Lima, kecelakaan di Samudera Pasifik tersebut juga merenggut generasi terbaik klub mereka. Anggota skuad yang tewas tersebut dikenal sebagai Los Potrillos del '87 (The Colts of 1987).

 

Tragedi Muenchen (6 Februari 1958)

Para fans manchester united pasti tidak akan pernah melupakan kejadian naas yang menimpa tim favorit mereka. Pesawat British Airways 609 yang mengangkut tim Manchester United gagal terbang setelah tiga kali percobaan di runway yang dipenuhi lelehan es dan salju di Bandara Munich-Riem, Jerman Barat.
Dari 44 penumpang, 20 orang tewas di lokasi kejadian. Tiga korban lagi meninggal di Rumah Sakit Rechts ser Isar.
Skuad Manchester United ketika itu hendak kembali dari pertandingan Piala Eropa di Belgrade, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade. Saat kecelakaan terjadi, pesawat meluncur sampai ujung runway dan menabrak pagar pembatas hingga bagian sayap pesawat lepas menabrak sebuah rumah.
Kiper Man United, Harry Gregg, yang sempat tidak sadarkan diri, juga berhasil lolos dan membantu penumpang lain keluar dari bangkai pesawat. Tujuh pemain Manchester United tewas di lokasi kejadian, sementara satu pemain lagi, Duncan Edwards, meninggal pada 21 Februari 1958.
Karena kecelakaan tersebut, Man United untuk sementara harus bermain dengan tim cadangan dan para pemain dari skuad junior. Mereka juga mengalami pergantian staf menyusul meninggalnya beberapa ofisial dalam kecelakaan tersebut.
Man United juga gagal mempertahankan titel pada musim 1957-1958.

 

 

Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button