Iritasi, reaksi alergi, dan cedera ringan pada mata dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh-pembuluh kecil pada mata Anda dan membuatnya tampak memerah. Mata merah yang muncul tanpa rasa sakit umumnya tidak berbahaya, tapi Anda mungkin merasakan sensasi tidak nyaman saat mengalaminya. Tidak perlu khawatir, ada beberapa cara mengatasi mata merah yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi kondisi ini.

Cara mengatasi mata merah yang aman

Berikut adalah berbagai cara yang dapat dilakukan agar mata merah tidak mengganggu aktivitas Anda.

1. Mengompres mata

Kompres dapat meredakan kemerahan dan rasa tidak nyaman pada mata Anda. Anda hanya perlu membasahi kain katun lembut yang bersih dengan air hangat atau air dingin. Peras kain tersebut hingga tidak ada lagi air yang menetes. Kemudian, tempelkan pada kelopak mata Anda selama beberapa menit.

2. Menjaga kebersihan mata

Selain partikel kotoran, ada berbagai hal di sekitar Anda yang dapat menjadi penyebab mata merah. Agar mata tidak mengalami iritasi ataupun alergi, pastikan bahwa kebersihan mata Anda selalu terjaga melalui cara berikut:

  • tidak menggunakan riasan mata, atau hanya menggunakan riasan mata yang bersifat hipoalergenik (tidak menimbulkan alergi)
  • selalu mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah beraktivitas
  • mencuci pakaian, handuk, dan sarung bantal secara rutin
  • tidak menyentuh area mata untuk menghindari infeksi
  • mandi dua kali sehari atau setelah melakukan aktivitas di luar rumah, terutama bila mata merah disebabkan oleh alergi

3. Melindungi mata dari pemicunya

Cara mengatasi mata merah yang paling sederhana adalah dengan menghindari pemicunya. Hindari berbagai benda, tempat, maupun lingkungan sekitar yang dapat memicu iritasi maupun alergi pada mata. Pemicu alergi yang harus diwaspadai biasanya adalah asap, debu, dan serbuk sari.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada pemicu lain yang membuat mata Anda menjadi lebih sensitif. Bila Anda menggunakan lensa kontak, maka Anda harus memahami cara memakai, melepas, dan membersihkan lensa kontak yang benar. Jangan menggunakan lensa kontak saat mata masih merah, dan jangan pula menggunakan lensa kontak sekali-pakai secara berulang.

4. Menggunakan obat tetes mata

Obat tetes mata bisa menimbulkan reaksi yang beragam pada setiap orang. Jadi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Mengatasi mata merah dengan cara meneteskan obat mata dalam jangka panjang juga tidak disarankan karena dapat berisiko menyebabkan pembengkakan dan memperparah kondisinya.

Jenis obat tetes mata yang diperjualbelikan dengan bebas terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Naphazoline. Obat tetes mata ini bersifat seperti dekongestan yang mengatasi kemerahan pada mata akibat reaksi alergi, mata lelah, dan iritasi ringan.
  • Tetrahydrozoline. Meskipun terbuat dari bahan yang berbeda, tetrahydrozoline juga memiliki fungsi yang sama seperti naphazoline.
  • Tetes mata yang bersifat sebagai air mata buatan.

Cara mengatasi mata merah secara alami lebih disarankan karena risiko efek sampingnya lebih kecil. Akan tetapi, mata merah yang disebabkan karena infeksi atau penyakit pada mata biasanya perlu ditangani dengan obat-obatan.

Waspadai gejala lain yang muncul bila mata Anda tampak memerah. Segeralah periksakan diri Anda ke dokter bila mata Anda terasa gatal dan nyeri, kering dalam waktu lama, mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan, atau penglihatan Anda menjadi kabur.

bandar qq