1 Qatar (US$ 129.726)

Qatar adalah salah satu negara di Timur Tengah yang terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab. Sebelah selatan perbatasan negeri ini adalah Arab Saudi dan sisanya dibatasi Teluk Persia. Di abad ke-19, perekonomian masyarakat Qatar bertumpu pada industri perikanan dan mutiara. Kemudian mulai surut di tahun 1930-an setelah industri perikanan dan mutiaranya mendapat saingan dari Jepang yang berhasil mengembangkan dan membudidayakan mutiara. Transformasi ekonomi terjadi pada tahun 1940-an, ketika di negara tersebut ditemukan cadangan minyak bumi yang melimpah. Sampai saat ini, Qatar menjadi salah satu negara pengekspor minyak bumi dunia. Negara yang beribu kota Doha ini berhasil memperoleh pendapatan nasional lebih dari 165 miliar dolar pada tahun lalu menurut data Bank Dunia. Dalam data laporan IMF per Oktober 2016, pendapatan GDP perkapita Qatar adalah 129.726 dolar. Ini artinya rata-rata penduduk di negara tersebut dalam setiap tahunnya memperoleh penghasilan sekitar 1,7 miliar rupiah atau kurang lebih Rp 150 juta per bulan

 

2 Luxemburg (US$ 101.936)

Pada tahun sebelumnya, negara ini merupakan negara terkaya di dunia, dan kini digeser oleh Qatar. Meskipun merupakan sebuah negara kecil dengan luas sekitar 2.586 km persegi, negara yang memiliki nama resmi Keharyapatihan Luksemburg ini memiliki pendapatan nasional cukup tinggi, yakni lebih dari 1 milyar dolar. Negara Luxemborg ini di kelilingi oleh tiga negara maju yaitu Perancis, Jerman dan Belgia menjadikannya selain kaya di sisi ekonomi juga kaya dalam hal budaya terbukti dari penggunaan tiga bahasa resmi yaitu Perancis, Jerman dan Luxemborg. Negara ini mempunyai tingkat pengangguran dan inflasi yang rendah. Dari sektor industri, kebanyakan di dominasi oleh perindustrian baja, karet, dan lainnya. Pendapatan rata-rata penduduknya setiap tahun adalah 1,3 miliar atau sekitar 110 juta rupiah per bulan.

 

3 Republik Afrika Tengah (US$ 656)

sebuah negara di pedalaman Afrika yang berbatasan dengan Chad, Sudan, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo dan Kamerun. Dahulu negara ini merupakan koloni Perancis bernama Ubangi-Shari, yang mencapai kemerdekaan pada 1960. Negara yang beribu kota Bangui ini memiliki iklim tropis. Wilayah utaranya ialah tempat angin harmattan, yang panas, kering, dan membawa debu. Bagian utaranya menjadi tempat desertifikasi, dan timur lautnya bergurun. Bagian lainnya mudah kebanjiran dari sungai sekelilingnya. Sektor pertanian memang menjadi andalan bagi penduduk di negara ini, disamping juga perikanan dan pertambangan mineral. Negara ini sering mengalami dampak inflasi, sehingga pendapatan per kapitanya hanya di angka 656 dolar, sekitar 8,5 juta rupiah. Ini artinya, penduduk yang berpenghasilan hanya mampu memperoleh income sebesar 710 ribu rupiah per bulan.

 

Lalu, bagaimanakah dengan posisi Indonesia? Berdasarkan data IMF seperti yang dimuat pada situs GFMag, negara Indonesia berada di rangking ke-100 dari 189 negara. Tingkat produk domestik bruto (PDB) berdasarkan daya beli parity (PPP) per kapita berada di angka 11.699 USD atau sekitar 152 juta rupiah.

#agenbola #agensbobet #agenpoker #agencasino bandar qq