Renjanaberkata.com
http://www.onbet789.com/

Sebanyak 1.500-an istri purnawirawan TNI-Polri yang tergabung dalam komunitas Srikandi Nusantara Bersatu menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin di Jakarta, Minggu (7/4/2019).

“Ini saatnya perempuan bersuara, bukan ikut-ikutan, tapi panggilan jiwa untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata istri mantan Kepala Staf TNI-AL (KSAL) Laksamana (pur) Rudolf Kasenda,¬†Tilly Kasenda, dalam orasinya seperti dilansir¬†Antara.

Dia menjelaskan, deklarasi itu merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi politik sukarela sekelompok perempuan menjelang pemungutan suara pada 17 April 2019.

Jokowi dan Ma’ruf Amin merupakan sosok tauladan, jujur, bersih, sederhana, merakyat dan sudah membuktikan komitmen kerja nyata bagi kepentingan bangsa dan negara,” ujar Tilly.

Selama 4,5 tahun memimpin Indonesia, Jokowi dinilai telah memberikan berbagai kemajuan di berbagai bidang dari mulai pendidikan, kesehatan pemberantasan korupsi hingga pembangunan infrastruktur nasional yang berdampak signifikan bagi kemudahan akses dan mobilitas masyarakat.

Sementara Ma’ruf Amin dianggap sebagai sosok ulama besar dan terhormat. Dia seorang yang berilmu tinggi dan menyandangan gelar profesor, pintar, cerdas, rendah hati, menguasai ilmu ekonomi dan menduduki posisi petinggi di Majelis Ulama Indonesia.

Tilly Kasenda menuturkan, kombinasi kepemimpinan sosok umara dan ulama dari kedua pasangan itu diyakini mampu menjawab tantangan untuk kemajuan Indonesia selama lima tahun mendatang.

“Kesuksesan kedua tokoh ini menjadi faktor penilaian mendasar sebagai kunci memimpin bangsa,” ungkapnya.

Dalam deklarasi itu, komunitas Srikandi Nusantara Bersatu juga melakukan silahturahmi politik kebangsaan dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Adapun Pemilihan Presiden 2019 diikuti oleh dua pasang calon. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin serta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.